Tutorial Static Routing pada Cisco Packet Tracer

Pada jaringan komputer dapat dibagi-bagi menjadi beberapa segmen atau beberapa bagian yang dapat disebut dengan Network segment atau Broadcast domain, setiap Network diidentifikasi dengan Network Identifier (Net-id) jika pada alamat IPv4 Net-id adalah 1 sampai 3 oktet pertamanya seperti 192.168.1.0, 10.0.0.0, 172.16.0.0, dll. Untuk menghubungkan dua atau lebih network yang berbeda seperti menghubungkan antara network 192.168.1.0 dengan 10.0.0.0 diperlukan sebuah Router yang akan melakukan proses Routing yaitu proses mengirimkan sebuah paket dari satu network menuju network lainnya (misal : paket dari 192.168.1.0 menuju 10.0.0.0).

Masing-masing network terhubung dengan satu Router untuk menghubungkan antar network (inter-network), setiap network yang terhubung pada sebuah Router maka Router akan mengetahuinya dan menyimpan informasi network yang dimiliki Router pada sebuah tabel yang disebut dengan Routing table atau Forwarding table. Didalam Routing table terdapat informasi rute network baik yang dimiliki oleh Router secara langsung maupun yang diketahui Router tetapi network tersebut dimiliki oleh Router lain.

Jika ada network lainnya yang tidak dimiliki oleh Router lokal tetapi dimiliki oleh Router lain agar Router lokal dapat terhubung dengan network tersebut maka kita harus mendaftarkan informasi network yang dimiliki oleh Router lain pada Router lokal yang disebut dengan Static Routing. Static Routing artinya kita secara manual dan permanen memasukan informasi network yang berada di Router lain pada Routing table Router lokal, selain informasi network ada beberapa informasi lainnya yang harus disertakan ketika melakukan static routing yaitu :
  • Gateway : Gateway artinya pintu gerbang atau alamat IP interface Router yang harus dilewati pertama kali untuk menuju tujuan network yang dimaksud, alamat IP gateway harus yang terdekat dengan Router lokal dan masih dalam satu segmnet network dengan network yang dimiliki oleh Router lokal, seperti dari network 192.168.1.0 untuk menuju network 10.0.0.0 maka pertama harus melewati sebuah interface Router dengan alamat IP 192.168.1.1
  • Metric : Metric ini sama seperti jarak tempuh untuk menuju lokasi jika melewati jalan ini. Jadi setiap kita memasukan network lewat sebuah gateway pasti ada nilai metric nya yang menunjukan seberapa jauh jarak yang harus ditempuh untuk mencapai network tersebut jika menggunakan jalur gateway ini. Nilai metric juga dapat digunakan untuk penentuan jalur terbaik ketika didapati ada lebih dari satu gateway atau jalur yang dapat dilewati untuk mencapai tujuan, yang paling kecil pasti yang akan diutamakan. Sebenarnya tanpa mengatur nilai metric akan secara otomatis Router akan menentukannya sendiri.
Jadi static Routing adalah metode memasukan informasi network yang dimiliki Router lain pada Routing table Router lokal secara manual, sifat informasi network yang dimasukan dengan static Routing adalah statis yang artinya diam dan permanen jadi tidak dapat diubah meskipun sudah tidak dapat digunakan lagi, untuk mengubahnya, menghapus maka kita juga harus secara manual, static Routing cocok digunakan pada jaringan yang berskala kecil yang tidak memiliki terlalu banyak network.

Pada postingan kali ini saya akan membagikan cara melakukan static Routing pada Router Cisco, aplikasi yang saya gunakan untuk praktek adalah aplikasi Cisco Packet Tracer, sintaks untuk melakukan static routing pada CLI Cisco IOS adalah sebagai berikut :

Router(config)#ip route network-tujuan network-mask gateway metric


Untuk melakukan static Routing kita harus mengetahui network mana saja yang ingin dimasukan pada Routing table Router lokal beserta pintu gerbang atau gateway untuk menuju network tersebut, contoh sederhana seperti diatas R1 memiliki network 192.168.1.0 dan 10.0.0.0 dan R2 memiliki network 172.16.0.0 dan 10.0.0.0, maka pada R1 kita harus mendaftarkan network yang dimiliki oleh R2 yang tidak dimiliki oleh R1 atau tidak terhubung langsung yaitu 172.16.0.0, hal yang sama juga dilakukan oleh R2 kita harus mendaftarkan network yang dimilki oleh R1 yang tidak dimiliki oleh R2 y aitu 192.168.1.0.

Gateway nya adalah alamat IP interface Router yang harus dilewati untuk mencapai tujuan network, gateway pasti masih dalam satu network yang diketahui oleh Router lokal. Misalnya alamat IP interface Router R1 yang terhubung dengan R2 adalah 10.0.0.1 dan pada R2 yang terhubung dengan R1 adalah 10.0.0.2 . pada R1 untuk menuju network 172.16.0.0 maka gateway –nya harus melewati alamat IP interface R2 10.0.0.2, dan pada R2 gateway untuk menuju network 192.168.1.0 adalah 10.0.0.1 . keduanya harus saling didaftarkan agar ketika dari network 192.168.1.0 menuju 172.16.0.0, network 172.16.0.0 dapat membalasnya pada network 192.168.1.0 . berikut ini adalah konfigurasinya :
  • Lakukan konfigurasi dasar pada masing-masing Router seperti Hostname alamat IP interface Router. kita mulai pada Router R1 :
  • Router>en
    Router#conf t
    Router(config)#hostname R1
    R1(config)#int g0/0
    R1(config-if)#ip add 10.0.0.1 255.0.0.0
    R1(config-if)#description konek ke R2
    R1(config-if)#no sh
    R1(config-if)#exit
    R1(config)#int g0/1
    R1(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
    R1(config-if)#description konek ke PC
    R1(config-if)#no sh
    R1(config-if)#exit
    Lalu kita lanjut pada Router R2 :
    Router>en
    Router#conf t
    Router(config)#hostname R2
    R2(config)#int g0/0
    R2(config-if)#ip add 10.0.0.2 255.0.0.0
    R2(config-if)#description konek ke R1
    R2(config-if)#no sh
    R2(config-if)#exit
    R2(config)#int g0/1
    R2(config-if)#ip add 172.16.0.1 255.255.0.0
    R2(config-if)#description konek ke PC
    R2(config-if)#no sh
    R2(config-if)#exit
  • Lalu pada konfigurasi static Routing pada masing-masing Router. Pertama kita mulai dari R1, daftarkan network yang tidak dimiliki oleh Router R1 atau yang tidak terhubung langsung dengan R1 yaitu network 172.16.0.0 yang terdapat pada R2 :
  • R1(config)#ip route 172.16.0.0 255.255.0.0 10.0.0.2
    Hal yang sama kita lakukan pada R2, daftarkan network yang tidak terhubung langsung dengan R2 yaitu 192.168.1.0 yang dimiliki oleh R1 :
    R2(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.0.0.1
  • Setelah selesai konfigurasi sekarang kita coba konfirmasi apakah konfigurasi sudah benar. pertama berikan masing-masing PC dengan alamat IP yang satu network dengan interface masing-masing Router, Gateway nya mengarah pada alamat IP Router yang satu network dengan PC.
  • PC0 : 192.168.1.2/24, Gateway : 192.168.1.1
    PC1 : 192.168.1.3/24, Gateway : 192.168.1.1
    PC2 : 172.16.0.2/16, Gateway : 172.16.0.1
    PC3 : 172.16.0.3/16, Gateway : 172.16.0.1 

  • Coba lakukan PING antar PC yang berbeda network untuk membuktikan bahwa proses Routing sudah berjalan dengan benar, misalkan dari PC0 (192.168.1.2) menuju PC3 (172.16.0.3).
  • terlihat bahwa proses pengiriman paket telah sampai pada tujuan dan PC tujuan kembali membalas pesan konfirmasi, mungkin saat pertama kali beberapa paket hilang karena proses ARP yang terjadi ketika Routing.

     
  • Coba kita cek Routing table pada masing-masing Router apakah entri Static Routing sudah muncul pada masing-masing Router. pertama kita cek pada R1 dengan perintah show ip route.
  • R1#sh ip route
    Codes: L - local, C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
    D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
    N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
    E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
    i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
    * - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
    P - periodic downloaded static route

    Gateway of last resort is not set

    10.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
    C 10.0.0.0/8 is directly connected, GigabitEthernet0/0
    L 10.0.0.1/32 is directly connected, GigabitEthernet0/0
    S 172.16.0.0/16 [1/0] via 10.0.0.2
    192.168.1.0/24 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
    C 192.168.1.0/24 is directly connected, GigabitEthernet0/1
    L 192.168.1.1/32 is directly connected, GigabitEthernet0/1

    Tulisan yang ditebalkan adalah entri static routing yang telah kita tambahkan sebelumnya. sekarang kita cek pada R2 :
    R2#sh ip route
    Codes: L - local, C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
    D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
    N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
    E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
    i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
    * - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
    P - periodic downloaded static route

    Gateway of last resort is not set

    10.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
    C 10.0.0.0/8 is directly connected, GigabitEthernet0/0
    L 10.0.0.2/32 is directly connected, GigabitEthernet0/0
    172.16.0.0/16 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
    C 172.16.0.0/16 is directly connected, GigabitEthernet0/1
    L 172.16.0.1/32 is directly connected, GigabitEthernet0/1
    S 192.168.1.0/24 [1/0] via 10.0.0.1



Setelah kita mencoba dua Router sekarang kita tambahkan menjadi tiga Router yaitu R1, R2, dan R3. Topologinya seperti diatas, network yang dimiliki oleh R1 adalah 10.0.0.0, dan 192.168.1.0 pada R2 adalah 10.0.0.0, 172.16.0.0, dan 20.0.0.0 pada R3 adalah 30.30.30.0, dan 20.0.0.0. network yang harus didaftarkan adalah network yang tidak dimiliki oleh Router lokal atau yang tidak terhubung secara langsung, pada R1 network yang harus didaftarkan adalah 172.16.0.0, 20.0.0.0, dan 30.30.30.0 pada R2 network yang harus didaftarkan adalah 192.168.1.0, dan 30.30.30.0 pada R3 adalah 172.16.0.0, 20.0.0.0, dan 192.168.1.0 .

Gateway masing-masing network adalah alamat IP interface Router yang terhubung langsung dan masih satu network dengan Router lokal. Alamat IP interface R1 yang terhubung dengan R2 adalah 10.0.0.1, R2 yang terhubung dengan R1 adalah 10.0.0.2, R2 yang terhubung dengan R3 adalah 20.0.0.1, dan R3 yang terhubung dengan R2 adalah 20.0.0.2 . jadi dari R1 gateway untuk menuju network 172.16.0.0, 20.0.0.0 dan 30.30.30.0 adalah alamat IP interface Router yang terhubung langsng dengan R1 dan masih satu network dengan R1 yaitu 10.0.0.2 alamat IP interface Router R2 yang terhubung dengan R1, hal yang sama pada R2 gateway 192.168.1.0 adalah 10.0.0.1 dan gateway 30.30.30.0 adalah 20.0.0.2, pada R3 gateway 192.168.1.0, 20.0.0.0, 172.16.0.0 adalah 20.0.0.1 . berikut ini adalah konfigurasinya pada Cisco IOS :
  • Kita lakukan konfigurasi dasar terhadap Router baru yang ketiga yaitu R3, berikan alamat IP pada masing-masing interface, dan hostname :
  • Router>ena
    Router#conf t
    Router(config)#hostname R3
    R3(config)#int g0/0
    R3(config-if)#ip add 20.0.0.2 255.0.0.0
    R3(config-if)#description konek R2
    R3(config-if)#no sh
    R3(config-if)#exit
    R3(config)#int g0/1
    R3(config-if)#ip add 30.30.30.1 255.255.255.0
    R3(config-if)#description konek ke PC
    R3(config-if)#no sh
    R3(config-if)#exit
    Karena pada salah satu interface R2 baru saja terdapat Router baru yang terhubung yaitu R3 maka kita perlu kembali pada R2 dan memberikan alamat IP pada interface tersebut :
    R2(config)#int g0/2
    R2(config-if)#ip add 20.0.0.1 255.0.0.0
    R2(config-if)#description konek ke R3
    R2(config-if)#no sh
    R2(config-if)#exit
  • Setelah konfigurasi dasar sekarang kita lakukan static Routing, tambahkan network baru yang harus didaftarkan pada R1 yaitu 20.0.0.0 dan 30.30.30.0
  • R1(config)#ip route 20.0.0.0 255.0.0.0 10.0.0.2
    R1(config)#ip route 30.30.30.0 255.255.255.0 10.0.0.2
    Lanjut pada R2 daftarkan network baru yang tidak dimiliki oleh R2 yaitu 30.30.30.0 :
    R2(config)#ip route 30.30.30.0 255.255.255.0 20.0.0.2
    Terakhir pada R3 kita daftarkan network yang tidak dimiliki oleh R3 yaitu 192.168.1.0, 10.0.0.0, dan 172.16.0.0 :
    R3(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 20.0.0.1
    R3(config)#ip route 10.0.0.0 255.0.0.0 20.0.0.1
    R3(config)#ip route 172.16.0.0 255.255.0.0 20.0.0.1
  • Berikan alamat IP pada PC yang baru saja ditambahkan pada network 30.30.30.0
  • PC4 : 30.30.30.2/24, Gateway : 30.30.30.1
    PC5 : 30.30.30.3/24, Gateway : 30.30.30.1

  • Lalu setelah selesai lakukan tes ping antar komputer yang berbeda network misalnya dari PC5 (30.30.30.3), menuju PC0 (192.168.1.2).
  • Jika sudah ada kata reply artinya paket sudah berhasil dikirim diterima dan dibalas dengan pesan konfirmasi, mungkin akan mengalami beberapa request timed out karena proses ARP yang panjang.
  • Lalu coba kita lihat Routing table pada salah satu Router misalnya R3, dengan mengetikan perintah show ip route.
  • R3#sh ip route
    Codes: L - local, C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
    D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
    N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
    E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
    i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
    * - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
    P - periodic downloaded static route

    Gateway of last resort is not set

    S 10.0.0.0/8 [1/0] via 20.0.0.1
    20.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
    C 20.0.0.0/8 is directly connected, GigabitEthernet0/0
    L 20.0.0.2/32 is directly connected, GigabitEthernet0/0
    30.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
    C 30.30.30.0/24 is directly connected, GigabitEthernet0/1
    L 30.30.30.1/32 is directly connected, GigabitEthernet0/1
    S 172.16.0.0/16 [1/0] via 20.0.0.1
    S 192.168.1.0/24 [1/0] via 20.0.0.1


Dengan Static Routing Router dapat melakukan forwarding terhadap paket yang tujuannya pada sebuah network yang tidak dimiliki oleh Router lokal tetapi dimiliki oleh Router lainnya. Sampai disini saja, mohon maaf jika kurang dimengerti.

Komentar