Konfigurasi OSPF single area pada Cisco Packet Tracer
OSPF kepanjangan dari Open Shortest Path First adalah sebuah Link-State Routing Protocol yang memungkinkan kita menjalankan Dynamic Routing pada Router, sehingga setiap Router akan saling bertukar informasi Routing yang dimilikinya pada Router tetangga lainnya, dengan ini informasi pada Routing table akan terisi secara otomatis, tidak perlu repot-repot lagi mendaftarkan setiap Network yang berada diluar Router satu per satu, cukup memasukan informasi Routing atau network yang ingin dibagikan atau di-share pada Router lainnya. Protocol OSPF ini buatan sebuah organisasi bernama IETF dengan RFC 2328, versi protocol OSPF ada dua yaitu OSPFv2 dan OSPFv3, untuk versi 2 hanya mendukung alamat IPv4 sedangkan versi 3 mendukung alamat IPv6, protokol ini bersifat Open Standard sehingga semua perangkat Router merk apapun dapat menjalankan Routing Protocol ini.
OSPF termasuk dalam jenis IGP dan Link-State, Router OSPF tidak hanya bertukar informasi berupa Routing saja tetapi informasi lengkap pada si Router itu sendiri seperti alamat IP Router tetangga si Router, status link atau jalur si Router, dll dalam bentuk LSA (Link State Advertisement), jenis LSA ada 7 macam untuk OSPFv2. Pada OSPF juga dapat dibagi menjadi beberapa bagian yang disebut dengan Area, antar Router OSPF dalam satu area yang sama akan bertukar informasi lebih lengkap dibanding dengan Router yang berada di area berbeda, tujuan adanya area ini untuk membagi bagi manajemen pada OSPF agar beban Router OSPF dapat berkurang, jadi setiap Router akan mengurusi Area nya masing-masing.
Tentukan Router-id Router
Lalu masukan network yang ingin dibagikan
Berikut ini adalah topologi yang saya buat, saya membuat dan menjalankan topologi ini pada aplikasi Cisco Packet Tracer :
Terdapat 3 Router, masing-masing memiliki network tersendiri, agar antar network pada Router dapat saling terhubung maka setiap Router perlu mengisi informasi pada Routing table, untuk mengisi Routing table saya menggunakan OSPF agar Routing table setiap Router dapat terisi secara otomatis, semua network berada di area OSPF yang sama (single area). untuk pemberian alamat IP setiap PC saya menggunakan metode DHCP. berikut ini adalah konfigurasinya :
Kesimpulan
OSPF termasuk dalam jenis IGP dan Link-State, Router OSPF tidak hanya bertukar informasi berupa Routing saja tetapi informasi lengkap pada si Router itu sendiri seperti alamat IP Router tetangga si Router, status link atau jalur si Router, dll dalam bentuk LSA (Link State Advertisement), jenis LSA ada 7 macam untuk OSPFv2. Pada OSPF juga dapat dibagi menjadi beberapa bagian yang disebut dengan Area, antar Router OSPF dalam satu area yang sama akan bertukar informasi lebih lengkap dibanding dengan Router yang berada di area berbeda, tujuan adanya area ini untuk membagi bagi manajemen pada OSPF agar beban Router OSPF dapat berkurang, jadi setiap Router akan mengurusi Area nya masing-masing.
Pada postingan kali ini saya akan sharing cara konfigurasi OSPF pada Router Cisco, cara konfigurasinya tidak begitu sulit kita hanya tinggal memasukan network-network yang dipunya oleh Router itu sendiri untuk dibagikan informasinya pada Router lainnya, berikut ini adalah tahapan konfigurasi pada Cisco IOS :
- Aktifkan protocol OSPF pada Router
Router(config)#router ospf [process-id]Process-id untuk membedakan antara proses OSPF satu dengan yang lainnya, isinya berupa angka desimal, kita dapat menentukannya sendiri asalkan tidak ada yang ganda atau bentrok
Router(config-router)#router-id [router-id]Router-id untuk membedakan antara satu Router dengan Router OSPF lainnya, isinya berupa 4 oktet seperti alamat IP (Ex : 1.1.1.1)
Router(config-router)#network [network-id] [wildcard-mask] area [area-id]
- network-id adalah alamat IP Network yang ingin dibagikan informasinya pada Router lainnya
- wildcard-mask adalah kebalikan dari subnet mask, cara menghitungnya adalah 255.255.255.255 - Subnet Mask. (Ex : 255.255.255.255 - 255.255.255.252 = 0.0.0.3)
- Area-ID berada di area mana network itu berada.
Terdapat 3 Router, masing-masing memiliki network tersendiri, agar antar network pada Router dapat saling terhubung maka setiap Router perlu mengisi informasi pada Routing table, untuk mengisi Routing table saya menggunakan OSPF agar Routing table setiap Router dapat terisi secara otomatis, semua network berada di area OSPF yang sama (single area). untuk pemberian alamat IP setiap PC saya menggunakan metode DHCP. berikut ini adalah konfigurasinya :
R1
Lakukan konfigurasi dasar seperti alamat IP setiap interface dan hostname Router.Router>ENAktifkan DHCP agar PC mendapatkan alamat IP.
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname R1
R1(config)#int g0/0
R1(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#exit
R1(config)#int g0/1
R1(config-if)#ip add 12.12.12.1 255.255.255.252
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#exit
R1(config)#ip dhcp pool LAN1Aktifkan OSPF, Router-id Router ini adalah 1.1.1.1, lalu masukan network yang dimiliki oleh Router ini, network yang dimiliki oleh Router ini adalah 192.168.1.0/24 dan 12.12.12.0/30 setiap network kita masukan pada area 1 saja.
R1(dhcp-config)#network 192.168.1.0 255.255.255.0
R1(dhcp-config)#default-router 192.168.1.1
R1(dhcp-config)#exit
R1(config)#router ospf 1
R1(config-router)#router-id 1.1.1.1
R1(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 1
R1(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.3 area 1
R1(config-router)#exit
R2
Lakukan konfigurasi dasar seperti alamat IP setiap interface dan hostname Router.Router>enAktifkan DHCP agar PC mendapatkan alamat IP.
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname R2
R2(config)#int g0/0
R2(config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.252
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#exit
R2(config)#int g0/1
R2(config-if)#ip add 172.16.2.1 255.255.255.248
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#exit
R2(config)#int g0/2
R2(config-if)#ip add 23.23.23.1 255.255.255.252
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#exit
R2(config)#ip dhcp pool LAN2Aktifkan OSPF, Router-id Router ini adalah 2.2.2.2, lalu masukan network yang dimiliki oleh Router ini, network yang dimiliki oleh Router ini adalah 172.16.11.0/29, 23.23.23.0/30 dan 12.12.12.0/30 setiap network kita masukan pada area 1 saja.
R2(dhcp-config)#network 172.16.2.0 255.255.255.248
R2(dhcp-config)#default-router 172.16.2.1
R2(dhcp-config)#exit
R2(config)#router ospf 1
R2(config-router)#router-id 2.2.2.2
R2(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.3 area 1
R2(config-router)#network 172.16.2.0 0.0.0.7 area 1
R2(config-router)#network 23.23.23.0 0.0.0.3 area 1
R2(config-router)#exit
R3
Lakukan konfigurasi dasar seperti alamat IP setiap interface dan hostname Router.Router>enAktifkan DHCP agar PC mendapatkan alamat IP.
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname R3
R3(config)#int g0/0
R3(config-if)#ip add 23.23.23.2 255.255.255.252
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#exit
R3(config)#int g0/1
R3(config-if)#ip add 192.168.3.1 255.255.255.0
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#exit
R3(config)#ip dhcp pool LAN3Aktifkan OSPF, Router-id Router ini adalah 3.3.3.3, lalu masukan network yang dimiliki oleh Router ini, network yang dimiliki oleh Router ini adalah 192.168.3.0/24 dan 23.23.23.0/30 setiap network kita masukan pada area 1 saja.
R3(dhcp-config)#network 192.168.3.0 255.255.255.0
R3(dhcp-config)#default-router 192.168.3.1
R3(dhcp-config)#exit
R3(config)#router ospf 1Setelah konfigurasi diatas selesai sekarang kita cek Routing table pada setiap Router apakah sudah terisi dengan Routing Protocol OSPF ini :
R3(config-router)#router-id 3.3.3.3
R3(config-router)#network 23.23.23.0 0.0.0.3 area 1
R3(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 1
R3(config-router)#exi
Routing table R1
R1#sh ip route
Codes: L - local, C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
P - periodic downloaded static route
Gateway of last resort is not set
12.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 12.12.12.0/30 is directly connected, GigabitEthernet0/1
L 12.12.12.1/32 is directly connected, GigabitEthernet0/1
23.0.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
O 23.23.23.0/30 [110/2] via 12.12.12.2, 00:03:23, GigabitEthernet0/1
172.16.0.0/29 is subnetted, 1 subnets
O 172.16.2.0/29 [110/2] via 12.12.12.2, 00:07:30, GigabitEthernet0/1
192.168.1.0/24 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 192.168.1.0/24 is directly connected, GigabitEthernet0/0
L 192.168.1.1/32 is directly connected, GigabitEthernet0/0
O 192.168.3.0/24 [110/3] via 12.12.12.2, 00:03:13, GigabitEthernet0/1
Routing table R2
R2#sh ip route
Codes: L - local, C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
P - periodic downloaded static route
Gateway of last resort is not set
12.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 12.12.12.0/30 is directly connected, GigabitEthernet0/0
L 12.12.12.2/32 is directly connected, GigabitEthernet0/0
23.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 23.23.23.0/30 is directly connected, GigabitEthernet0/2
L 23.23.23.1/32 is directly connected, GigabitEthernet0/2
172.16.0.0/16 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 172.16.2.0/29 is directly connected, GigabitEthernet0/1
L 172.16.2.1/32 is directly connected, GigabitEthernet0/1
O 192.168.1.0/24 [110/2] via 12.12.12.1, 00:09:18, GigabitEthernet0/0
O 192.168.3.0/24 [110/2] via 23.23.23.2, 00:04:19, GigabitEthernet0/2
Routing table R3
R3#sh ip routeYang bertuliskan warna merah merupakan entri yang didapat dari OSPF, jika sudah muncul tandanya konfigurasi telah berhasil.
Codes: L - local, C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
P - periodic downloaded static route
Gateway of last resort is not set
12.0.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
O 12.12.12.0/30 [110/2] via 23.23.23.1, 00:04:56, GigabitEthernet0/0
23.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 23.23.23.0/30 is directly connected, GigabitEthernet0/0
L 23.23.23.2/32 is directly connected, GigabitEthernet0/0
172.16.0.0/29 is subnetted, 1 subnets
O 172.16.2.0/29 [110/2] via 23.23.23.1, 00:04:56, GigabitEthernet0/0
O 192.168.1.0/24 [110/3] via 23.23.23.1, 00:04:56, GigabitEthernet0/0
192.168.3.0/24 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 192.168.3.0/24 is directly connected, GigabitEthernet0/1
L 192.168.3.1/32 is directly connected, GigabitEthernet0/1
Kesimpulan
- OSPF merupakan sebuah Routing Protocol yang memudahkan kita dalam membangun sebuah jaringan agar dapat saling terhubung.
- Dengan OSPF kita tinggal memasukan network yang dimiliki oleh Router itu sendiri, dan Routing table akan terisi secara otomatis.
- Selain informasi Routing yang berupa network, OSPF juga mengirimkan informasi tambahan lainnya dalam bentuk LSA
- OSPF dapat terbagi menjadi beberapa area

topologi satu kaga ada gambarnya gan, request dong :v
BalasHapus